Selasa, 10 November 2015

pengantar oseanografi jawab pertanyaan hasil persentase kelompok 3 SALINITAS AIR LAUT

PENGANTAR OSEANOGRAFI
SALINITAS AIR LAUT




ERFINA LIJA PAHMA         ( E1I014024)
ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BENGKULU
1.      Salinitas Laut Mati
Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
Laut Mati juga disebut Laut Asin, adalah sebuah danau garam yang berbatasan dengan Israel dan Tepi Barat di barat, dan Yordania di timur. Permukaannya dan pantai adalah 422 meter (1.385 kaki) di bawah permukaan laut, permukaan air terendah dari permukaan bumi di ukur dari tanah kering. Laut Mati adalah 378 m (1.240 kaki) dalamnya, danau yang terdalam di antara danau danau asin dunia. Juga merupakan air yang paling asin, dengan 33,7% salinitas. Hanya Danau Assal (Djibouti), Garabogazköl dan beberapa danau hypersaline dari Lembah Kering McMurdo di Antartika (seperti Don Juan Pond dan mungkin Danau Vanda) memiliki salinitas yang lebih tinggi. Danau ini adalah 8,6 kali lebih asin daripada laut. Dikarenakan salinitas yang keras, membuat suatu lingkungan di mana binatang tidak dapat berkembang, maka sesuai dengan namanya Laut Mati. Laut Mati adalah 67 kilometer (42 mil) panjangnya dan 18 kilometer (11 mil) lebarnya pada titik terlebar. Itu terletak di Yordania Rift Valley, dan anak sungai utamanya adalah Sungai Yordan.
Laut Mati telah menarik pengunjung dari seluruh Mediterania selama ribuan tahun. Secara Alkitabiah, itu adalah tempat perlindungan bagi Raja Daud. Itu adalah salah satu pertama di dunia resor kesehatan (untuk Herod the Great), dan telah menjadi pemasok berbagai produk, dari balsam untuk membuat mumi Mesir untuk garam abu untuk pupuk. Orang-orang juga menggunakan garam dan mineral dari Laut Mati untuk menciptakan kosmetika dan herbal sachet.



Alat Ukur Salinitas
SALINOMETER
Description: http://g04.s.alicdn.com/kf/HTB1g3cXHpXXXXXyXpXXq6xXFXXXH/LCD-Handheld-Portable-Digital-Salt-Meter-Salinometer.jpg
Salinometer adalah alat untuk mengukur salinitas dengan cara mengukur kepadatan dari air yang akan dihitung salinitasnya. Bekerjanya berdasarkan daya hantar listrik,semakin besar salinitas semakin Besar pula daya hantar listriknya. Alat ini digunakan di laboratorium, berbeda dengan refraktometer yang biasa digunakan di lapangan atau outdoor.

Cara menggunaka salinometer adalah sebagai berikut :
 Ambil gelas ukur yang panjang, isi dengan air sampel yang akan diukur salinitasnya

Salinitas akan terbaca pada skalanya


• REFRAKTO METER
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh0v-qpmX6gqsr0xzWa_Z2e2yYcsi13MnC5pv-izNDYhwoqKcRZJ9NWKToifaHimjhDwVSa2ihgg30gRQLAvtUPTLNIBIXrjLzZd1_43I1iNEjc24x2xq80gTTt2jNM8XvkKqeRIJRHzpq/s1600/images.jpg
Refraktometer merupakan alat pengukur salinitas yang cukup umum. Juga disebut sebagai pengukur indeks pembiasan pada cairan yg dapat digunakan untuk mengukur kadar garam. Prinsip alat ini adalah dengan memanfaatkan indeks bias cahaya untuk mengetahui tingkat salinitas air, karena memanfaatkan cahaya maka alat ini harus dipakai ditempat yang mendapatkan banyak cahaya atau lebih baik kalau digunakan dibawah sinar matahari jadi sehabis kita mengambil sampel air laut kita langsung menghitungnya dengan alat ini. Berikut langkah - langkahnya :


1. Tetesi refraktometer dengan aquadest

2. Bersihkan dengan kertas tisyu sisa aquadest yang tertinggal

3. Teteskan air sampel yang ingin diketahui salinitasnya

4. Lihat ditempat yang bercahaya

5. Akan tampak sebuah bidang berwarna biru dan putih

6. Garis batas antara kedua bidang itulah yang menunjukan salinitasnya

7. Bilas kaca prisma dengan aquades, usap dengan tisyu dan simpan refraktometer di tempat kering


3.      Faktor – faktor yang mempengaruhi salinitas :
             Penguapan, makin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.
Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah hujan yang turun salinitas akan tinggi.
 Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.
Distribusi salinitas permukaan juga cenderung zonal. Air laut bersalinitas lebih tinggi terdapat di daerah lintang tengah dimana evaporasi tinggi. Air laut lebih tawar terdapat di dekat ekuator dimana air hujan mentawarkan air asin di permukaan laut, sedangkan pada daerah lintang tinggi terdapat es yang mencair akan menawarkan salinitas air permukaannya.
Di perairan lepas pantai yang dalam, angin dapat pula melakukan pengadukan di lapisan atas hingga membentuk lapisan homogen kira-kira setebal 50-70 m atau lebih bergantung intensitas pengadukan. Di perairan dangkal, lapisan homogen ini berlanjut sampai ke dasar. Di lapisan dengan salinitas homogen, suhu juga biasanya homogen. Baru di bawahnya terdapat lapisan pegat (discontinuity layer) dengan gradasi densitas yang tajam yang menghambat percampuran antara lapisan di atas dan di bawahnya. Di bawah lapisan homogen, sebaran salinitas tidak banyak lagi ditentukan oleh angin tetapi oleh pola sirkulasi massa air di lapisan massa air di lapisan dalam. Gerakan massa air ini bisa ditelusuri antara lain dengan mengakji sifat-sifat sebaran salinitas maksimum dan salinitas minimum dengan metode inti (core layer method).
Volume air dan konsentrasi dalam fluida internal tubuh ikan dipengaruhi oleh konsentrasi garam pada lingkungan lautnya. Untuk beradaptasi pada keadaan ini ikan melakukan proses osmoregulasi, organ yang berperan dalam proses ini adalah insang dan ginjal. Osmoregulasi memerlukan energi yang jumlahnya tergantung pada perbedaan konsentrasi garam yang ada antara lingkungan eksternal dan fluida dalam tubuh ikan. Toleransi dan preferensi salinitas dari organisme laut bervariasi tergantung tahap kehidupannya, yaitu telur, larva, juvenil, dan dewasa. Salinitas merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan reproduksi pada beberapa ikan dan distribusi berbagai stadia hidup.





DAFTAR PUSTAKA



Kamis, 05 November 2015

ERFINA LIJA PAHMA PENGANTAR OSEANOGRAFI QUIZ 3









ERFINA LIJA PAHMA
E1I014024
ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BENGKULU







1.     Mengapa kita harus mempelajari salinitas
Karena salinitas bisa menentukan tempat hidup suatu biota atau organisme yang hidup didalam laut. Setiap biota  atau organisme laut itu hidup disalinitas yang tidak sama, contohnya saja lamun dan mangrove hidup di salinitas yang berbeda. Dengan mengetahui dan memahami salinitas airl aut, jadi kita bisa membantu dalam budidaya ikan. Kita bisa membudidaya ikan dengan mengetahui jenis ikan yang mau kita budidayakan itu hidup disalinitas berapa.

2.     Pengertian salinitas
Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danausungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebutbrine.
Faktor – faktor yang mempengaruhi salinitas
1.      Penguapan, makin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.
2.      Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah hujan yang turun salinitas akan tinggi.
              i.            Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%. Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar garam sekitar 3,5 %, air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.
3.     Salinitas dalam satuan permil
Artinya kadar garam yang terlarut dalam 1 liter air laut.
Misalkan air laut salinitasnya 32 ppm. Berarti ada 32 gram garam yang terlarut dalam 1 liter air laut.

4.     Pengertian desalinasi
Desalination atau desalinization adalah proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi binatangtanaman danmanusia. Seringkali proses ini juga menghasilkan garam dapur sebagai hasil sampingan.
Dua metode yang paling banyak digunakan adalah Reverse Osmosis (47,2%) dan Multi Stage Flash (36,5%).
Pada kehidupan modern seperti saat ini, proses desalinasi difokuskan pada pengembangan cara yang efektif untuk menyediakan air bersih untuk digunakan di wilayah yang memiliki keterbatasan air. Desalinasi pada skala besar biasanya menggunakan sejumlah besar energi dan infrastruktur spesialis, sehingga sangat mahal dibandingkan dengan penggunaan air tawar dari sungai atau air tanah

DAFTAR PUSTAKA

http://oseanografi.blogspot.co.id/2005/07/salinitas-air-laut.html

Rabu, 14 Oktober 2015

quiz 2 pengantar oseanografi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu






NAMA: Erfina lija pahma
NPM   :E1I014024
PRODI: ILMU KELAUTAN UINVERSITAS BENGKULU
QUIZ 2 PENGANTAR OSEANOGRAFI


Apa Yang Dimaksud Dengan Lempeng Tektonik.?
Teori tektonika Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Tektonik lempeng adalah suatu teori yang menerangkan proses dinamika (pergerakan) bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung api, jalur gempa bumi, dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng. Menurut teori ini, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng besar. Ukuran dan posisi dari tiap-tiap lempeng ini selalu berubah-ubah. Pertemuan antara lempeng-lempeng ini, merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan yaitu gempa bumi, gunung berapi, dan pembentukan dataran tinggi.

Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan bany
ak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50–100 mm/a.
Lempeng litosfer yang kita kenal sekarang ini ada 6 lempeng besar, yaitu lempeng Eurasia, Amerika utara, Amerika selatan, Afrika, Pasifik, dan Hindia Australia. Lempeng-lempeng tersebut bergerak di atas lapisan astenosfir (kedalaman 500 km di dalam selubung dan bersifat kampir melebur atau hampir berbentuk cair). Karena hal tersebut, maka terjadi interaksi antar lempeng pada batas-batas lempeng yang dapat berbentuk :
  • Divergen : lempeng-lempeng bergerak saling menjauh dan mengakibatkan material dari selubung naik membentuk lantai samudra baru dan membentuk jalur magmatik atau gunung api.
  • Konvergen : lempeng-lempeng saling mendekati dan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan menunjam (menyusup) ke bawah yang lain masuk ke selubung. Daerah penunjaman membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Dibelakang jalur penunjaman akan terbentuk rangkaian kegiatan magmatik dan gunungapi serta berbagai cekungan pengendapan. Salah satu contohnya terjadi di Indonesia, pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menghasilkan jalur penunjaman di selatan Pulau Jawa dan jalur gunungapi Sumatera, Jawa dan Nusatenggara dan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara.
  • Transform : lempeng-lempeng saling bergesekan tanpa membentuk atau merusak litosfer. Hai ini dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar seperti misalnya Sesar Besar San Andreas di Amerika.

Gerak Tektonik adalah gerak yang berasal dari dalam bumi karena kerak/lapisan bumi mengalami gerakan secara terus-menerus. gerakan ini di pengaruhi oleh magma yang ada di inti bumi, menuju ke luar atau bergerak ke samping dan berpengaruh terhadap gera lempengan bumi. Gerak Tektonik dapat dibedakan atas dua bagian, yaitu:
1. Gerak Tektonik Orogenetik
Gerak tektonik orogenetik adalah gerakan pada lapisan kulit bumi yang menyebabkan pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang berlangsung relatif cepat. orogenetik mnyebabkan terjadinya pelipatan, retakan, dan patahan pada kulit bumi.
a. Lipatan:
Lipatan terjadi karena lempengan tektonik mendapat tekanan horizontal maupun vertikal, yang bersifat liat (plastis) sehingga kulit bumi mengalami perubahan. punggung lipatannya disebut antiklinal, sedang lembah lipatannya disebut sinklinal, dan inilah yang membentuk rangkaian pegunungan.
b. Patahan atau Retakan:
Patahan terjadi karena adanya tekanan horizontal maupun vertikal pada lapisan batuan di kulit bumi yang bersifat rapuh. misalnya batuan kapur. Selain menimbulkan retakan atau petahan, juga dapat menimbulkan horst dan graben (slenk).
2. Gerak Tektonik Epirogenetik
Gerak tektonik epirogenetik adalah gerakan pada lapisan kulit bumi yang menyebabkan pengangkatan dan penurunan permukaan bumi. contoh adalah terjadinya dataran tinggi akibat pengangkatan.



Lempeng Yang Mengapit Indonesia.?
Jawab:
Lempeng-lempeng yang mengapit Indonesia adalah lempeng australia, dan lempeng eurasia. Itulah sebabnya kenapa Indonesia rawan gempa tektonik.



DAFTAR PUSTAKA


Kamis, 08 Oktober 2015





MENGENAL LAUT

ilmu kelautan merupakan cabang  ilmu yang mempelajari segala hal tentang laut. ilmu ini mencakup berbagai topik seperti biota laut, ekosistem laut, arus samudra, gelombang, pasang surut, tektonik lempeng dan geologi dasar laut serta reaksi kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasan nya. sehingga ilmu kelautan tidak terlepas juga dari ilmu perikanan yaitu ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ikan baik secara biologi, ekologi dan industri serta sosial ekonomi ( aspek biofisik dan sosek ). sedangkan yang dimaksud dengan ikan( dalam arti luas)
adalah seluruh

makhluk hidup yang sebagian atau seluruh hidup nya berada di air. dalam mempelajari ilmu kelautan dan perikanan ini ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui salah satu nya adalah masalah perikanan yang ada di indonesia diantaranya :
1. rendah nya pendapatan nelayan sebgai akibat rendah nya pendidikan dan kurang nya teknologi.
 2. pemanfaatan sumberdaya yang belum otima.
l 3. minim nya industri perikanan berskala besar .
4. sarana dan prasarana yang kurang memadai dengan mengetahui beberapa masalah tersebut di harapkan kita sebagai mahasiswa mampu menciptakan perubahan khususnya di sektor kelautan dan perikanan indonesia.
                Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menuju perubahan tersebut, mulai dari penguasaan dan penciptaan teknologi, manajerial ekonomi perikanan, pemanfaatan sumberdaya perikanan
sebagai bahan industri dan lain sebagainya.


Jurusan Ilmu Dan Teknologi Kelautan
Jurusan ini mempelajari  berbagai ilmu yang berhubungan dengan kelautan seperti Biologi laut,fisika, kimia,Gelombang, Topografi. Beberapa matakuliah dalam jurusan ini misalnya: hidrobiologi yang mempelajari biota laut; oseanografi yang mempelajari arus dan gelombang dinamika samudra dan sebagainya; akustik dan instrumentasi kelautan yang  mempelajari berbagai instrument kelautan; penginderaan jauh dan system informasi geografis kelautan yang mempelajari teknik analisis geografi  kelautan.
Peluang Kerja
  1. Pegawai Negeri Sipil di berbagai instansi pemerintahan seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan,Kementerian ESDM, Bappenas/Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten, LIPI,LAPAN,BMKG,BAKOSURTANAL, Guru SMK Kelautan, TNI/Polri,Dosen Kelautan dan Perikanan dll.
  2. Lulusan Sarjana Ilmu Kelautan memiliki peluang kerja yang cukup besar di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa sektor dunia kerja yang dapat menjadi peluang Sarjana Ilmu Kelautan seperti: sektor industri kelautan, sektor pertambangan, Non Governmental Organization (NGO), dll.
  3. Sektor swasta seperti Pertambangan, Hatchery budidaya laut, Konsultan kelautan, Konsultan teknik pantai, konsultan lingkungan pesisir, analis usaha Bank, LSM, dsb

Berikut ini adalah badan-badan yang mengkaji oseanografi:
  • BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) – Di bawah koordinasi Kementrian Riset & Teknologi
  • Kementrian Kelautan dan Perikanan
  • LIPI
  • PPPGL (Pusat Pengembangan dan Penerapan Geologi Kelautan – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) – Kementrian Perhubungan
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana – Lembaga Pemerintah non-departmen
  • LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional – Lembaga Pemerintah non-departemen
  • DIHIDROS (Dinas Hidrografi-Oseanografi) – TNI AL
  • PU – Kementrian Pekerjaan Umum



ilmu kelautan merupakan cabang  ilmu yang mempelajari segala hal tentang laut. ilmu ini mencakup berbagai topik seperti biota laut, ekosistem laut, arus samudra, gelombang, pasang surut, tektonik lempeng dan geologi dasar laut serta reaksi kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasan nya. sehingga ilmu kelautan tidak terlepas juga dari ilmu perikanan yaitu ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ikan baik secara biologi, ekologi dan industri serta sosial ekonomi ( aspek biofisik dan sosek ). sedangkan yang dimaksud dengan ikan( dalam arti luas)
adalah seluruh makhluk hidup yang sebagian atau seluruh hidup nya berada di air. dalam mempelajari ilmu kelautan dan perikanan ini ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui salah satu nya adalah masalah perikanan yang ada di indonesia diantaranya :
1. rendah nya pendapatan nelayan sebgai akibat rendah nya pendidikan dan kurang nya teknologi.
 2. pemanfaatan sumberdaya yang belum otima.
l 3. minim nya industri perikanan berskala besar .
4. sarana dan prasarana yang kurang memadai dengan mengetahui beberapa masalah tersebut di harapkan kita sebagai mahasiswa mampu menciptakan perubahan khususnya di sektor kelautan dan perikanan indonesia.
                Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menuju perubahan tersebut, mulai dari penguasaan dan penciptaan teknologi, manajerial ekonomi perikanan, pemanfaatan sumberdaya perikanan
sebagai bahan industri dan lain sebagainya.


Jurusan Ilmu Dan Teknologi Kelautan
Jurusan ini mempelajari  berbagai ilmu yang berhubungan dengan kelautan seperti Biologi laut,fisika, kimia,Gelombang, Topografi. Beberapa matakuliah dalam jurusan ini misalnya: hidrobiologi yang mempelajari biota laut; oseanografi yang mempelajari arus dan gelombang dinamika samudra dan sebagainya; akustik dan instrumentasi kelautan yang  mempelajari berbagai instrument kelautan; penginderaan jauh dan system informasi geografis kelautan yang mempelajari teknik analisis geografi  kelautan.
Peluang Kerja
  1. Pegawai Negeri Sipil di berbagai instansi pemerintahan seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan,Kementerian ESDM, Bappenas/Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten, LIPI,LAPAN,BMKG,BAKOSURTANAL, Guru SMK Kelautan, TNI/Polri,Dosen Kelautan dan Perikanan dll.
  2. Lulusan Sarjana Ilmu Kelautan memiliki peluang kerja yang cukup besar di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa sektor dunia kerja yang dapat menjadi peluang Sarjana Ilmu Kelautan seperti: sektor industri kelautan, sektor pertambangan, Non Governmental Organization (NGO), dll.
  3. Sektor swasta seperti Pertambangan, Hatchery budidaya laut, Konsultan kelautan, Konsultan teknik pantai, konsultan lingkungan pesisir, analis usaha Bank, LSM, dsb

Berikut ini adalah badan-badan yang mengkaji oseanografi:
  • BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) – Di bawah koordinasi Kementrian Riset & Teknologi
  • Kementrian Kelautan dan Perikanan
  • LIPI
  • PPPGL (Pusat Pengembangan dan Penerapan Geologi Kelautan – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) – Kementrian Perhubungan
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana – Lembaga Pemerintah non-departmen
  • LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional – Lembaga Pemerintah non-departemen
  • DIHIDROS (Dinas Hidrografi-Oseanografi) – TNI AL
  • PU – Kementrian Pekerjaan Umum

 


ilmu kelautan merupakan cabang  ilmu yang mempelajari segala hal tentang laut. ilmu ini mencakup berbagai topik seperti biota laut, ekosistem laut, arus samudra, gelombang, pasang surut, tektonik lempeng dan geologi dasar laut serta reaksi kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasan nya. sehingga ilmu kelautan tidak terlepas juga dari ilmu perikanan yaitu ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ikan baik secara biologi, ekologi dan industri serta sosial ekonomi ( aspek biofisik dan sosek ). sedangkan yang dimaksud dengan ikan( dalam arti luas)
adalah seluruh makhluk hidup yang sebagian atau seluruh hidup nya berada di air. dalam mempelajari ilmu kelautan dan perikanan ini ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui salah satu nya adalah masalah perikanan yang ada di indonesia diantaranya :
1. rendah nya pendapatan nelayan sebgai akibat rendah nya pendidikan dan kurang nya teknologi.
 2. pemanfaatan sumberdaya yang belum otima.
l 3. minim nya industri perikanan berskala besar .
4. sarana dan prasarana yang kurang memadai dengan mengetahui beberapa masalah tersebut di harapkan kita sebagai mahasiswa mampu menciptakan perubahan khususnya di sektor kelautan dan perikanan indonesia.
                Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menuju perubahan tersebut, mulai dari penguasaan dan penciptaan teknologi, manajerial ekonomi perikanan, pemanfaatan sumberdaya perikanan
sebagai bahan industri dan lain sebagainya.


Jurusan Ilmu Dan Teknologi Kelautan
Jurusan ini mempelajari  berbagai ilmu yang berhubungan dengan kelautan seperti Biologi laut,fisika, kimia,Gelombang, Topografi. Beberapa matakuliah dalam jurusan ini misalnya: hidrobiologi yang mempelajari biota laut; oseanografi yang mempelajari arus dan gelombang dinamika samudra dan sebagainya; akustik dan instrumentasi kelautan yang  mempelajari berbagai instrument kelautan; penginderaan jauh dan system informasi geografis kelautan yang mempelajari teknik analisis geografi  kelautan.
Peluang Kerja
  1. Pegawai Negeri Sipil di berbagai instansi pemerintahan seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan,Kementerian ESDM, Bappenas/Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten, LIPI,LAPAN,BMKG,BAKOSURTANAL, Guru SMK Kelautan, TNI/Polri,Dosen Kelautan dan Perikanan dll.
  2. Lulusan Sarjana Ilmu Kelautan memiliki peluang kerja yang cukup besar di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa sektor dunia kerja yang dapat menjadi peluang Sarjana Ilmu Kelautan seperti: sektor industri kelautan, sektor pertambangan, Non Governmental Organization (NGO), dll.
  3. Sektor swasta seperti Pertambangan, Hatchery budidaya laut, Konsultan kelautan, Konsultan teknik pantai, konsultan lingkungan pesisir, analis usaha Bank, LSM, dsb

Berikut ini adalah badan-badan yang mengkaji oseanografi:
  • BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) – Di bawah koordinasi Kementrian Riset & Teknologi
  • Kementrian Kelautan dan Perikanan
  • LIPI
  • PPPGL (Pusat Pengembangan dan Penerapan Geologi Kelautan – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) – Kementrian Perhubungan
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana – Lembaga Pemerintah non-departmen
  • LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional – Lembaga Pemerintah non-departemen
  • DIHIDROS (Dinas Hidrografi-Oseanografi) – TNI AL
  • PU – Kementrian Pekerjaan Umum