Kamis, 05 November 2015

ERFINA LIJA PAHMA PENGANTAR OSEANOGRAFI QUIZ 3









ERFINA LIJA PAHMA
E1I014024
ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BENGKULU







1.     Mengapa kita harus mempelajari salinitas
Karena salinitas bisa menentukan tempat hidup suatu biota atau organisme yang hidup didalam laut. Setiap biota  atau organisme laut itu hidup disalinitas yang tidak sama, contohnya saja lamun dan mangrove hidup di salinitas yang berbeda. Dengan mengetahui dan memahami salinitas airl aut, jadi kita bisa membantu dalam budidaya ikan. Kita bisa membudidaya ikan dengan mengetahui jenis ikan yang mau kita budidayakan itu hidup disalinitas berapa.

2.     Pengertian salinitas
Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danausungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebutbrine.
Faktor – faktor yang mempengaruhi salinitas
1.      Penguapan, makin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.
2.      Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah hujan yang turun salinitas akan tinggi.
              i.            Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%. Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar garam sekitar 3,5 %, air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.
3.     Salinitas dalam satuan permil
Artinya kadar garam yang terlarut dalam 1 liter air laut.
Misalkan air laut salinitasnya 32 ppm. Berarti ada 32 gram garam yang terlarut dalam 1 liter air laut.

4.     Pengertian desalinasi
Desalination atau desalinization adalah proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi binatangtanaman danmanusia. Seringkali proses ini juga menghasilkan garam dapur sebagai hasil sampingan.
Dua metode yang paling banyak digunakan adalah Reverse Osmosis (47,2%) dan Multi Stage Flash (36,5%).
Pada kehidupan modern seperti saat ini, proses desalinasi difokuskan pada pengembangan cara yang efektif untuk menyediakan air bersih untuk digunakan di wilayah yang memiliki keterbatasan air. Desalinasi pada skala besar biasanya menggunakan sejumlah besar energi dan infrastruktur spesialis, sehingga sangat mahal dibandingkan dengan penggunaan air tawar dari sungai atau air tanah

DAFTAR PUSTAKA

http://oseanografi.blogspot.co.id/2005/07/salinitas-air-laut.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar