ERFINA LIJA
PAHMA
E1I014024
ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS
BENGKULU
1.
Mengapa kita harus mempelajari salinitas
Karena salinitas
bisa menentukan tempat hidup suatu biota atau organisme yang hidup didalam
laut. Setiap biota atau organisme laut
itu hidup disalinitas yang tidak sama, contohnya saja lamun dan mangrove hidup
di salinitas yang berbeda. Dengan mengetahui dan memahami salinitas airl aut,
jadi kita bisa membantu dalam budidaya ikan. Kita bisa membudidaya ikan dengan
mengetahui jenis ikan yang mau kita budidayakan itu hidup disalinitas berapa.
2.
Pengertian salinitas
Salinitas adalah tingkat keasinan
atau kadar garam terlarut
dalam air. Salinitas
juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada
sebagian besar danau, sungai, dan
saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan
sebagai air tawar. Kandungan
garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih
dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau
menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%,
ia disebutbrine.
Faktor – faktor yang mempengaruhi
salinitas
1.
Penguapan, makin besar tingkat penguapan air laut di
suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah
tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.
2.
Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di suatu
wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin
sedikit/kecil curah hujan yang turun salinitas akan tinggi.
i.
Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut
tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas
laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke
laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan
kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan
memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki
kadar garam sekitar 30%. Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar
garam sekitar 3,5 %, air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling
tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya
bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana suhu
tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air
dari sungai-sungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.
3.
Salinitas dalam
satuan permil
Artinya
kadar garam yang terlarut dalam 1 liter air laut.
Misalkan
air laut salinitasnya 32 ppm. Berarti ada 32 gram garam yang terlarut dalam 1
liter air laut.
4.
Pengertian
desalinasi
Desalination atau desalinization adalah proses yang
menghilangkan kadar garam berlebih
dalam air untuk
mendapatkan air yang dapat dikonsumsi binatang, tanaman danmanusia. Seringkali
proses ini juga menghasilkan garam dapur sebagai hasil sampingan.
Dua metode
yang paling banyak digunakan adalah Reverse Osmosis (47,2%) dan Multi Stage
Flash (36,5%).
Pada kehidupan modern seperti saat ini, proses desalinasi difokuskan pada
pengembangan cara yang efektif untuk menyediakan air bersih untuk digunakan di
wilayah yang memiliki keterbatasan air. Desalinasi pada skala besar biasanya
menggunakan sejumlah besar energi dan infrastruktur spesialis, sehingga sangat
mahal dibandingkan dengan penggunaan air tawar dari sungai atau air tanah
DAFTAR
PUSTAKA
http://oseanografi.blogspot.co.id/2005/07/salinitas-air-laut.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar