Selasa, 10 November 2015

pengantar oseanografi jawab pertanyaan hasil persentase kelompok 3 SALINITAS AIR LAUT

PENGANTAR OSEANOGRAFI
SALINITAS AIR LAUT




ERFINA LIJA PAHMA         ( E1I014024)
ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BENGKULU
1.      Salinitas Laut Mati
Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
Laut Mati juga disebut Laut Asin, adalah sebuah danau garam yang berbatasan dengan Israel dan Tepi Barat di barat, dan Yordania di timur. Permukaannya dan pantai adalah 422 meter (1.385 kaki) di bawah permukaan laut, permukaan air terendah dari permukaan bumi di ukur dari tanah kering. Laut Mati adalah 378 m (1.240 kaki) dalamnya, danau yang terdalam di antara danau danau asin dunia. Juga merupakan air yang paling asin, dengan 33,7% salinitas. Hanya Danau Assal (Djibouti), Garabogazköl dan beberapa danau hypersaline dari Lembah Kering McMurdo di Antartika (seperti Don Juan Pond dan mungkin Danau Vanda) memiliki salinitas yang lebih tinggi. Danau ini adalah 8,6 kali lebih asin daripada laut. Dikarenakan salinitas yang keras, membuat suatu lingkungan di mana binatang tidak dapat berkembang, maka sesuai dengan namanya Laut Mati. Laut Mati adalah 67 kilometer (42 mil) panjangnya dan 18 kilometer (11 mil) lebarnya pada titik terlebar. Itu terletak di Yordania Rift Valley, dan anak sungai utamanya adalah Sungai Yordan.
Laut Mati telah menarik pengunjung dari seluruh Mediterania selama ribuan tahun. Secara Alkitabiah, itu adalah tempat perlindungan bagi Raja Daud. Itu adalah salah satu pertama di dunia resor kesehatan (untuk Herod the Great), dan telah menjadi pemasok berbagai produk, dari balsam untuk membuat mumi Mesir untuk garam abu untuk pupuk. Orang-orang juga menggunakan garam dan mineral dari Laut Mati untuk menciptakan kosmetika dan herbal sachet.



Alat Ukur Salinitas
SALINOMETER
Description: http://g04.s.alicdn.com/kf/HTB1g3cXHpXXXXXyXpXXq6xXFXXXH/LCD-Handheld-Portable-Digital-Salt-Meter-Salinometer.jpg
Salinometer adalah alat untuk mengukur salinitas dengan cara mengukur kepadatan dari air yang akan dihitung salinitasnya. Bekerjanya berdasarkan daya hantar listrik,semakin besar salinitas semakin Besar pula daya hantar listriknya. Alat ini digunakan di laboratorium, berbeda dengan refraktometer yang biasa digunakan di lapangan atau outdoor.

Cara menggunaka salinometer adalah sebagai berikut :
 Ambil gelas ukur yang panjang, isi dengan air sampel yang akan diukur salinitasnya

Salinitas akan terbaca pada skalanya


• REFRAKTO METER
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh0v-qpmX6gqsr0xzWa_Z2e2yYcsi13MnC5pv-izNDYhwoqKcRZJ9NWKToifaHimjhDwVSa2ihgg30gRQLAvtUPTLNIBIXrjLzZd1_43I1iNEjc24x2xq80gTTt2jNM8XvkKqeRIJRHzpq/s1600/images.jpg
Refraktometer merupakan alat pengukur salinitas yang cukup umum. Juga disebut sebagai pengukur indeks pembiasan pada cairan yg dapat digunakan untuk mengukur kadar garam. Prinsip alat ini adalah dengan memanfaatkan indeks bias cahaya untuk mengetahui tingkat salinitas air, karena memanfaatkan cahaya maka alat ini harus dipakai ditempat yang mendapatkan banyak cahaya atau lebih baik kalau digunakan dibawah sinar matahari jadi sehabis kita mengambil sampel air laut kita langsung menghitungnya dengan alat ini. Berikut langkah - langkahnya :


1. Tetesi refraktometer dengan aquadest

2. Bersihkan dengan kertas tisyu sisa aquadest yang tertinggal

3. Teteskan air sampel yang ingin diketahui salinitasnya

4. Lihat ditempat yang bercahaya

5. Akan tampak sebuah bidang berwarna biru dan putih

6. Garis batas antara kedua bidang itulah yang menunjukan salinitasnya

7. Bilas kaca prisma dengan aquades, usap dengan tisyu dan simpan refraktometer di tempat kering


3.      Faktor – faktor yang mempengaruhi salinitas :
             Penguapan, makin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.
Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah hujan yang turun salinitas akan tinggi.
 Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.
Distribusi salinitas permukaan juga cenderung zonal. Air laut bersalinitas lebih tinggi terdapat di daerah lintang tengah dimana evaporasi tinggi. Air laut lebih tawar terdapat di dekat ekuator dimana air hujan mentawarkan air asin di permukaan laut, sedangkan pada daerah lintang tinggi terdapat es yang mencair akan menawarkan salinitas air permukaannya.
Di perairan lepas pantai yang dalam, angin dapat pula melakukan pengadukan di lapisan atas hingga membentuk lapisan homogen kira-kira setebal 50-70 m atau lebih bergantung intensitas pengadukan. Di perairan dangkal, lapisan homogen ini berlanjut sampai ke dasar. Di lapisan dengan salinitas homogen, suhu juga biasanya homogen. Baru di bawahnya terdapat lapisan pegat (discontinuity layer) dengan gradasi densitas yang tajam yang menghambat percampuran antara lapisan di atas dan di bawahnya. Di bawah lapisan homogen, sebaran salinitas tidak banyak lagi ditentukan oleh angin tetapi oleh pola sirkulasi massa air di lapisan massa air di lapisan dalam. Gerakan massa air ini bisa ditelusuri antara lain dengan mengakji sifat-sifat sebaran salinitas maksimum dan salinitas minimum dengan metode inti (core layer method).
Volume air dan konsentrasi dalam fluida internal tubuh ikan dipengaruhi oleh konsentrasi garam pada lingkungan lautnya. Untuk beradaptasi pada keadaan ini ikan melakukan proses osmoregulasi, organ yang berperan dalam proses ini adalah insang dan ginjal. Osmoregulasi memerlukan energi yang jumlahnya tergantung pada perbedaan konsentrasi garam yang ada antara lingkungan eksternal dan fluida dalam tubuh ikan. Toleransi dan preferensi salinitas dari organisme laut bervariasi tergantung tahap kehidupannya, yaitu telur, larva, juvenil, dan dewasa. Salinitas merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan reproduksi pada beberapa ikan dan distribusi berbagai stadia hidup.





DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar